Regarding Zoom Conference call

In case you didn't get the last email. Pay attention now.
You have used Zoom recently. And I have very unfortunate news for you.
I'll give you some background on what happened.

There was a zero day security vulnerability on Zoom app, that allowed me a full time access to your camera and some other metadata on your account.
Basically, you were hacked.
And as you can imagine in your worst dreams, I have made a footage with you as a main actor.
Where you work on yourself (perform sex act to be clear). Having fun is ok with me, but is not ok with your reputation.

Please dont blame me or yourself for this. You couldn't know that the camera was working.
I'm sure you don't want to be the next Jeffrey Toobin and get embarrassed in front of all your friends, family and colleagues.
You should get this very clear, I will send this video to all your contacts if I dont get paid.
Are you wondering how I got your contacts and emails? Through the same exploit, zoom app allowed me to extract all sensitive info from your device.

So here is what we will do. You pay me $2000 in bitcoin, and nothing of this will happen. You have 2 days to make the payment.
After I get the money, I will delete the footage and information about you. The amount is not negotiable.
Send 0.11 Bitcoin (less than 2k USD at the current exchange rate) to my wallet 15AKuZPGMkdrpTGJwb87tnaqSyp91JSeeB
Having trouble with buying bitcoin? Just google on how to buy it, it's very easy to use and anonymous.
P.S. Don't try to report this to the police, I use TOR and bitcoin can't be traced. Do not email me back. If you do something stupid, I will distribute the video.
Good luck. Don’t stress.

Commercial offer

Hi!

Unfortunately, I have some bad news for you.
Several months ago, I got access to the device you are using to browse the internet.
Since that time, I have been monitoring your internet activity.

Being a regular visitor of adult websites, I can confirm that it is you who is responsible for this.
To keep it simple, the websites you visited provided me with access to your data.

I've uploaded a Trojan horse on the driver basis that updates its signature several times per day, to make it impossible for antivirus to detect it. Additionally, it gives me access to your camera and microphone.
Moreover, I have backed-up all the data, including photos, social media, chats and contacts.

Just recently, I came up with an awesome idea to create the video where you cum in one part of the screen, while the video was simultaneously playing on another screen. That was fun!

Rest assured that I can easily send this video to all your contacts with a few clicks, and I assume that you would like to prevent this scenario.

With that in mind, here is my proposal:
Transfer the amount equivalent to 1350 USD to my Bitcoin wallet, and I will forget about the entire thing. I will also delete all data and videos permanently.

In my opinion, this is a somewhat modest price for my work.
You can figure out how to purchase Bitcoins using search engines like Google or Bing, seeing that it's not very difficult.

My Bitcoin wallet (BTC): 14X4HmqJKQWCrNY9gthXVyPRa6KZhEkkmT

You have 48 hours to reply and you should also bear the following in mind:

It makes no sense to reply me - the address has been generated automatically.
It makes no sense to complain either, since the letter along with my Bitcoin wallet cannot be tracked.
Everything has been orchestrated precisely.

If I ever detect that you mentioned anything about this letter to anyone - the video will be immediately shared, and your contacts will be the first to receive it. Following that, the video will be posted on the web!

P.S. The time will start once you open this letter. (This program has a built-in timer).

Good luck and take it easy! It was just bad luck, next time please be careful.

Menyesuaikan diri dengan jurnal yang akan memuat editorialsanda..

Cari 2-5 paper Indonesia berkaitan dengan hal itu.

Paper kecil atau editorial patut dimuat di jurnal kedokteran atau di bulletin litbangkes? Carilah artikel yang relevan di jurnal tempat anda akan kirim paper ini agar terdapat sambungan pemikiran dengan yang sebelumnya.

PENYULUHAN DAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN KEPADA IBU HAMIL DENGAN ANEMIA


Heriawan Seluma added you to a circle and invited you to join Google+

Heriawan Seluma added you to a circle and invited you to join Google+.
Join Google+
Google+ makes sharing on the web more like sharing in real life.
Circles
An easy way to share some things with college buddies, others with your parents, and almost nothing with your boss. Just like in real life.
Hangouts
Conversations are better face-to-face. Join a video hangout from your computer or mobile phone to catch up, watch YouTube videos together, or swap stories with up to 9 of your friends at once.
Mobile
Lightning-fast group chat. Photos that upload themselves. A bird's-eye view of what's happening nearby. We built Google+ with mobile in mind.
You received this message because Heriawan Seluma invited mhasanbasri.2020@blogger.com to join Google+. Unsubscribe from these emails.
Google Inc., 1600 Amphitheatre Pkwy, Mountain View, CA 94043 USA

REVITALISASI PERAN PROFESI PENYULUH KESEHATAN MASYARAKAT DI PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT (PUSKESMAS)

REVITALISASI PERAN PROFESI PENYULUH KESEHATAN MASYARAKAT DI PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT (PUSKESMAS)



Puskesmas merupakan ujung tombak pembangunan nasional di bidang kesehatan karena pelaksanaan pelayanan kesehatan dasar dan pemberdayaan masyarakat berada dalam tugas dan fungsi puskesmas. Menurut Kepmenkes RI No. 128/Menkes/SK/II/2004 Puskesmas adalah Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) kabupaten atau kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. Jadi puskesmas merupakan ujung tombak pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Puskesmas merupakan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat dan memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan atau program pokok puskesmas dan program inovatif atau pengembangan.

Indonesia bersama-sama dengan negara lain di dunia telah menandatangani kesepakatan tentang pencapaian MDG's (millennium development goals) pada tahun 2015, yang terdiri dari penanggulangan masalah kemiskinan dan kelaparan, pendidikan, pemberdayaan gender (perempuan), mengurangi angka kematian bayi (AKB), mengurangi angka kematian ibu (AKI)/meningkatkan kesehatan ibu, pencegahan penyakit HIV/AIDS dan malaria serta penyakit menular lainnya, pelestarian lingkungan dan kerjasama global.

MDG's tahun 2015 dapat tercapai apabila puskesmas menitik beratkan pada kegiatan yang bersifat promotif dan preventif bukan lagi kegiatan pelayanan yang bersifat kuratif dan rehabilitatif. Maka dari itu diperlukan tenaga penyuluh kesehatan masyarakat di tingkat puskesmas yang mempunyai tujuan untuk meningkatkan layanan puskesmas pada kegiatan promotif dan preventif.

Paradigma lama yang menyatakan bahwa kegiatan kuratif dan rehabilitatif merupakan kegiatan utama puskesmas harus dapat diubah oleh tenaga penyuluh kesehatan masyarakat, dimana pada saat ini dan yang akan datang bahwa kegiatan promotif dan preventif harus menjadi kegiatan utama puskesmas.

Tenaga penyuluh kesehatan masyarakat harus mampu memainkan peran yang signifikan dalam setiap kegiatan puskesmas dengan cara:

1.      Memposisikan sebagai bagian yang integral yang tidak dapat dipisahkan dengan program/kegiatan kesehatan di puskesmas.

2.      Membantu meningkatkan cakupan program-program kesehatan yang telah direncanakan maupun yang sedang berjalan.

3.      Memberdayakan masyarakat untuk mengatasi masalah-masalah kesehatan yang berbasis perilaku.

4.      Membuat perencanaan kegiatan pelayanan kesehatan.

Tenaga penyuluh kesehatan masyarakat harus mempunyai strategi dalam melaksanakan peran dan fungsinya di puskesmas. Strategi ini sangat penting dikuasai dan diketahui oleh petugas penyuluh kesehatan masyarakat karena akan sangat membantu mencapai target-target kerja yang telah ditetapkan.

Strategi penyuluh kesehatan masyarakat di puskesmas adalah advokasi, bina suasana dan pemberdayaan.

Advokasi adalah upaya yang dilakukan oleh petugas penyuluh kesehatan masyarakat kepada pembuat kebijkan agar mendapatkan kepedulian dan tindakan sehingga akan mendapatkan dukungan. Sedangkan bina suasana adalah suatu proses dan kegiatan mempengaruhi sasaran yang berupa orang, tokoh masyarakat, tokoh agama, keluarga dan lingkungan yang pada akhirnya memperoleh keterlibatan dan kemandirian pada masyarakat. Berbeda dengan pemberdayaan merupakan suatu usaha oleh tenaga penyuluh kesehatan masyarakat yang mengusahakan suatu tindakan dan kebersamaan oleh masyarakat umum yang biasa disebut dengan gerakan masyarakat. Advokasi, bina suasana dan gerakan masyarakat disebut juga dengan strategi "ABG".

Pendekatan yang dilakukan oleh petugas penyuluh kesehatan masyarakat dalam rangka mengatasi masalah kesehatan adalah dengan :

1.      Pendekatan edukasi/pendidikan.

2.      Pendekatan Daerah Kerja Intensif adalah pendekatan dengan menitik beratkan pada penyuluhan dalam menangani masalah kesehatan.

3.      Pendekatan Communication for behavior intervention (combi) digunakan untuk penyakit menular.

4.      Social marketing untuk penyakit diare, imunisasi.

5.      Komunikasi perubahan perilaku, misalnya pada masalah yang tibul pada pelayanan kesehatan ibu dan anak.

6.      Rapid Etnografi Assesment dilakukan dengan mengenali masalah dan melakukan intervensi dengan pendekatan budaya/etnik.

Tugas tenaga penyuluh kesehatan masyarakat tidaklah mudah karena berperan dalam membuat masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat dengan menggunakan sasaran seluruh desa berubah menjadi desa siaga, seluruh keluarga mempraktekkan perilaku hidup bersih dan sehat dan seluruh rumah tangga telah sadar gizi.

Kedepannya diharapkan seluruh tenaga penyuluh kesehatan masyarakat agar meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam ber-"ABG" sehingga mampu memberdayakan individu, keluarga dan masyarakat agar dapat menumbuhkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta mengembangkan Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) yang dengan kata lain tenaga penyuluh kesehatan masyarakat memberi "warna baru" puskesmas dalam memberikan pelayanan dan memecahkan masalah kesehatan yang muncul di wilayah kerjanya.